Posts

Showing posts from December, 2022

Sampai Jadi Debu - Banda Neira (Oleh Chrustine Septiana Sari)

Badai Tuan telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap pagi menjelang Kau di sampingku Ku aman ada bersamamu Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu Badai Puan telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap taufan menyerang Kau di sampingku Kau aman ada bersamaku Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu

Di kehidupan Selanjutnya (oleh Chrustine Septiana Sari)

Pada senja yang berani menunjukkan keindahannya Semoga di kehidupan selanjutnya Aku diperbolehkan kembali untuk mengagumi keindahanmu Saat sore yang berhasil mempertemukan kita Pada satu titik tak terduga Pada awan yang mengiringi langkahmu pergi Semoga di kehidupan selanjutnya Aku diperbolehkan lagi merasakan cerahnya bersama langit Pada semua hal yang membawaku kepadamu Semoga di kehidupan selanjutnya Kita diperbolehkan untuk bersua kembali Mengukir lagi cerita yang kini hanya bisa ditulis dengan apik pada selembar kertas kusam Terima kasih sudah hadir Terlepas dari semua cerita yang membuat tawa, tangis, hingga kehilangan Kau berhasil mengubah hidupku Dan di kehidupan selanjutnya Aku berharap untuk kembali bertemu Kembali belajar dan melihat betapa indahnya dunia ini Bersamamu

Hidup itu Milik Tuhan (oleh Chrustine Septiana Sari)

Aku pernah begitu yakin Bahwa hadirmu akan selalu abadi Bahwa kisah kita tak meninggalkan rasa sedih Dan bahwa senyumku akan selalu Mengembang di ujung bibir Namun hidup adalah milik Tuhan Aku milik Tuhan Kau pun milik Tuhan Kita semua milik Tuhan Hingga tiba waktu petang Badai kehancuran pun datang Aku yang asyik jatuh cinta Tak menyangka bahwa kekasihku Telah ikut sang Kuasa

Bila Senjaku Tiba (oleh Chrustine Septiana Sari)

Bila esok senjaku tiba Jangan menangis berkepanjangan Tunjukkan pesona bahagiamu Seperti aku dalam bingkai foto yang kau peluk erat Lapangkan ikhlasmu Tak ada luka yang kubawa Di balik lima lembar selimut mori Beri aku untaian kata penuh haru Bukan abu dalam isak berbisik Lepaskan parau kala doa-doa dilantunkan Memenuhi seisi ruang yang kehilangan satu jiwa Tak usah gundah kemana tujuan akhirku berlabuh Katamu, nantinya kita pun bersama lagi kan? Basahi aku dengan rinai air dalam botol suci Bukan dari pelupuk mata insan yang kucintai Bawa saja bingkai hidupku sebagai penutup memoar Biarkan aku tersorot mentari agar tetap abadi Walau jiwa sudah hengkang dari bumi

Secercah Rindu yang Masih Bertahan (oleh Chrustine Septiana Sari)

Rasanya masih teramat jelas Saat rengkuh daksamu ialah hal yang kunanti Bak baskara yang menghangatkan bentala tanpa pamrih Namun kini semua hanya terpatri dalam ruang di kepala Menjadi kisah yang sulit ‘tuk dilupa Bahwa sebenarnya kau pernah menjadi hal terkuat Saat bentala milikku dirundung badai dengan hebat   Detik-detik kulewati dengan berat Ditemani bayang wajahmu yang menghibur setiap penat Jantungku berdegup kencang setiap kali kudengar namamu lagi Menggema di lautan asa yang acapkali mendorong logika   Seakan semesta tak membiarkanku lupa Kau taruh setiap jejakmu di sudut-sudut jumantara Sampai-sampai kapanpun aku menoleh untuk melangkah Kakiku kembali ke ingatan akan kamu dan senyum yang merekah

Aku Selalu Membersamaimu

Oleh Chrustine Septiana Sari Aku Selalu Membersamaimu Jika kini kau tak menemukanku Carilah di setiap sepertiga gulita Aku menjelma doa harapan Dan aamiin yang berderu Jika kini kau tak menemukanku Carilah dalam setiap langkahmu Aku menjelma bayang Menjagamu dari sisi gelapku Jika kini kau tak menemukanku Carilah dalam setiap lelapmu Aku menjelma langit kamarmu Menghadirkan nada dari lagu yang merdu Jika kini kau tak menemukanku Carilah dalam setiap pagimu Aku menjelma kabut dingin Membangunkanmu dari tidur Tidak mungkin kalau kau tak menemukanku Aku takkan membiarkanmu bergumul Dengan kesendirian yang paling nestapa Walau nyatanya, ragaku sudah bukan di dunia

Takdir yang Tak Bisa Disanggah

Oleh Chrustine Septiana Sari Takdir yang Tak Bisa Disanggah  Segala kebetulan membuat rasa mengalir seadanya Dalam doaku bukan lagi tentang ingin memiliki Sederhana saja, aku hanya tak ingin musim ini berganti Namun aku melupakan satu hal Dongeng yang indah tidak akan berjalan Tanpa adanya air mata dari tokoh utama Akan ada masanya kita berdua dipanggil yang Kuasa Mengenai hari kemarin serta ribuan gemintang yang telah kita lewati bersama Ada atau tidaknya satu dari kita berdua Semoga kita terhindar dari segala macam pelik Biar semesta mengambil alih rencana Dan membuat skenario sesukanya Yang jelas, hatiku selalu kupersembahkan untukmu Tanpa peduli banyaknya insan yang menginginkanku

Sempurnanya Kamu

Oleh Chrustine Septiana Sari Sempurnanya Kamu Kepada sang tuan baik hati Pemilik tawa memikat seperti bunga lili Pencipta tenang bagi gemuruh hati Pembawa teduh di setiap hari Adakah tawa yang seindah tawamu, tuan? Aku berani bertaruh, pasti tak ada Tawa yang selalu mengembang rekah Elok dipandang dengan indah Jemari ku terus saja sibuk menari Menuang banyak aksara dan diksi Tak cukup berkutik Dalam menggambarkan sosok yang kukagumi Kagum yang terlanjur telampau tinggi

Hidupku setengahnya Dirimu

Oleh Chrustine Septiana Sari Hidupku setengahnya Dirimu Teruntuk kamu Yang selalu menjadi tempat rasaku berlabuh Semoga kita selalu menjadi rumah bagi satu sama lain Tempatku merasa hangat Dan tak lagi memeluk dingin Tempatku merebah Ketika aku lelah Tempatku merasa aman Dari rasa yang membuatku tak nyaman Suatu hari nanti Bila takdir membuat kita tak bersama lagi Perlu kau ingat bahwa Aku sulit untuk jatuh cinta Sulit menaruh percaya Dan aku sangat bersyukur kita pernah bersama

Benar kau yang ku cari

Oleh Dwi Putri Benar kau yang ku cari Pertama kita bertemu Di kala itu Sorot matamu yang teduh Merengkuhku utuh Tenggelam dalam anganku Apa benar kamu yang ku tunggu?  Untuk beriringan selalu Batin ku berseru Hari bersama terlewati Sikapmu meyakinkan diri ini Benar kamu yang ku cari Untuk bersama sampai di keabadian nanti

Kala bersama, waktu yang paling ku suk

Oleh Dwi Putri Kala bersama, waktu yang paling ku suka Tiap luang Tiap cengkrama Tiap tekad Yang kita bagi bersama Menjadi kala yang paling ku suka Bahkan di saat selisih tak terelak Ku tetap disini, karena yakinku Pertanda kita saling butuh Bahkan disaat diam tak bersua di hadapan Ku tetap disini, karena yakinku Pertanda kita perlu ruang  menyelam memahami diri masing masing Untuk dapat kembali beriring Tetaplah bersamaku Tanpa tapi aku mencintaimu Tetaplah denganku Sampai tiba penghujung waktuku Inginku, kau di sisiku

Ini kita

 Oleh Dwi Putri Ini kita Kata mereka, cinta kita semu Kata mereka, kebersamaan ini keliru Kata mereka, rasa kita tak nyata Kata mereka, tak ada ruang kita bersatu di dalamnya Tapi ini tentang kita Yang di kata mereka Yang di ketahui mereka Hanya kabar burung tak berdasar Karna nyatanya Tatapan berbinarmu berkata Aku duniamu yang kekal Peduliku yang nyata Bukti benar kau yang aku cinta Jiwa kita yang terhubung Oleh segaris benang putih  Tanda ketulusan mencintai Menjadikan kita maha tahu Goresan takdir bersama nyata adanya Terukir dalam lembar kisah kita Sampai tiba masa meninggalkan dunia yang fana Tanpa mereka yang tak tahu apa apa

Potret rangkum kisah amerta (oleh Dwi Putri)

Tiada pijak yang paling ku cinta Selain tempat bernaung kita Dimana..  Potret berdua merata di tiap sudut rumah Di ruang tamu yang luas Di kamar yang hangat Di setumpuk album kisah Termuat penuh potret kebersamaan kita Dari potret pertama,  Awal saling menyelam perasaan satu sama lain Wajah merona tersipu malu kita saling bertatap Potret lain yang menjadi hari bersejarah,  Kala bertukar ikrar janji sehidup semati Senyum merekah terpantri di wajah bahagia ini Dan berlusin potret lain, yang menyimpan berbagai emosi Jika ada tempat berpijak lain Yang ku damba selain tempat bernaung ini Itu pasti rumah kita  di kehidupan selanjutnya kelak

Ikatan kuat

Oleh Dwi Putri Ikatan kuat Dua insan yang saling mendamba kesetiaan Kasih sayang, kebersamaan Berhasil menemukan satu sama lain Namun tidak ada yang berkata mudah  Dalam mempertahankan Lika liku silih berganti di hadapi Krikil kecil hingga hujaman batu menghampiri Menguji ikatan ini Rasa syukur harus selalu kita panjatkan Karena lindungan-Nya Dan besar ikatan yang kita punya Membuat segala terpaan dapat terlewati Lika liku itu lah Oleh sebab ikatan ini semakin kuat Terpupuk keteguhan Untuk selalu berjuang bersama Sampai akhir masa kita tiba

Puisi 30

Puisi 31

Puisi 32

Puisi 33

Puisi 34

Puisi 35

Puisi 36

Puisi 37

Puisi 38

Puisi 39

Puisi 40

 

Biografi

Cover belakang